ANDAKAH “DUPLIKAT” KARTINI?

TULISAN TANGAN, JENDELA HATI (BARU) PAHLAWAN WANITA KITA

Dikendalikan Otak

Bisa tau karakter seseorang lewat tulisannya? Wow, tentu menyenangkan.

Cara unik dalam mengetahu karakter seseorang dari tulisan tangannya itulah yang dipelajari dalam ilmu grafologi. Ini adalah cabang ilmu dalam psikologi, yang kini makin diminati dan dipelajari oleh orang-orang di berbagai bidang. Tentu Anda kenal dr Oz, pakar diet dan kesehatan kesayangan Oprah Winfrey. Dr Oz yang punya program acara televisi itu juga menggunakan tulisan tangan untuk mendeteksi isu kesehatan seseorang.

Mengapa tulisan tangan bisa mengungkapkan banyak hal? Bukan hanya sifat dan karakter saja, namun juga emosi, kemampuan mengontrol diri hingga kesehatan si pemilik tulisan. Karena itulah, di Amerika & Eropa banyak dokter yang juga belajar grafologi untuk membekali diri mereka dengan alat tambahan (tulisan tangan) untuk melihat dan mendiagnosis penyakit.

Tapi, apa yang membuat tulisan tangan ‘sesakti’ itu?  Hal ini dikarenakan semuanya berhubungan erat dengan otak manusia sebagai pusat pengendali seluruh tubuh manusia.

“Tulisan tangan itu bukan semata kerja jemari tangan, melainkan hasil kerja otak”

Dilihat Dari Apanya

Ketika menganalisa tulisan, diperlukan total 440 indikator yang akan dikolaborasikan satu sama lain agar hasil intepretasi sebuah tulisan tangan tajam & dalam. Namun, untuk pengenalan awal bagi yang ingin mencoba menganalisis tulisan tangannya bisa memulai dengan memakai indikator seperti di bawah ini  :

- Zona Tulisan : ingat tidak ketika kita belajar menulis halus di buku halus ketika zaman SD dulu? Dibuku halus itu ada tiga zona, yaitu atas, tengah dan bawah. Kita akan menulis di zona tengah untuk huruf-huruf a,e,i,o,u,m,n,s,v,w,x,z dan zona atas untuk huruf yang punya ‘tangkai’ ke atas seperti b,d,f,h,k,l,t dan zona bawah untuk huruf yang punya ‘kaki’ seperti huruf g,j, p, q, y

Cara melihat dominasi zona tulisan adalah dengan mellihat besarnya ukuran sebuah zona yang mendominasi zona lainnya. Contoh :

Penggerak Kartini, Pahlawan Wanita Indonesia

Contoh menarik yang saya temukan dari tulisan tangan salah satu tokoh wanita di Indonesia yang terkenal dengan gerakan emansipasi wanitanya dan jargon “Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah dominasi zona yang terdapat dalam tulisan tangannya.

Beliau memiliki 2 dominasi zona dalam tulisan tangannya. Zona atas & zona bawah sangat mendominasi dan “mengecilkan” porsi zona tengah dalam tulisan tangan RA. Kartini. Intepretasi singkat ditilik dari dominasi zona dalam tulisan tangannya adalah dari dominasi zona atasnya terlihat bagaimana sosok Kartini berambisi meletakkan fokus hidupnya pada ranah intelektual sehingga tidak heran jika larangan untuk bersekolah adalah sebuah “masalah” besar baginya.

Dorongan untuk memenuhi kebutuhan intelektualnya tidak dapat dihentikan begitu saja. Semangat belajarnya dibuktikan dengan terus membaca buku-buku pelajaran kendati Ia tidak bersekolah dan hal ini pun mendukung kemampuannya dalam berimajinasi untuk “menggambar” masa depan wanita Indonesia melalui kacamatanya. Bahwa wanita tidak hanya didapur saja tetapi juga harus mempunyai ilmu.

Menilik dominasi zona bawah dalam tulisan tangannya, dorongan Kartini untuk mengambil tindakan dalam mewujudkan hal tersebut juga sangat besar. Dengan berani Beliau nekat membuka jaringan dengan teman-temannya sehingga akhirnya mendapatkan beasiswa untuk belajar di Negeri Belanda. Lucu yah? Dilarang bersekolah oleh ayahnya di negeri sendiri namun malah memperoleh beasiswa untuk bersekolah di negeri Belanda. Fokus hidup pada ranah intelektual dan dorongan untuk bertindak tergambar dengan jelas pada tulisan tangan Kartini serta kisah hidupnya. Sangat representatif.

Siapa diri Anda yang sesungguhnya dapat terlihat dengan jelas melalui tulisan tangan Anda. Demikian juga halnya,

“Tulisan tangan Anda mencerminkan sosok diri Anda yang sesungguhnya”

Sementara sambil melihat tulisan tangan Anda sendiri, pertanyaan saya ini boleh Anda jawab dalam hati :

“Andakah “duplikat” Kartini pada masa kini?”

SELAMAT HARI KARTINI!

THE OTHER SIDE OF MY LEADER


Terimakasih Bapak Susilo Bambang Yudhoyono

30 tahun hidup sebagai WNI, seingat saya baru 1x saya mengikuti pemilu di negeri tercinta ini dengan suasana yang berbeda. Menyimak, menimbang dan memilih dengan kesungguhan hati. Ikut senang dan bahagia ketika hasil pilihan saya pada waktu itu terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Mengetahui dan mengenal adalah dua hal yang sangat jauh berbeda. Meskipun tau dan hafal siapa nama pemimpin saya di negara ini, tapi baru sekali ini saya merasa “mengenal” Beliau secara hati ke hati, lewat tulisan tangannya. Ya, dengan Ilmu Grafologi memang semua orang bisa punya kesempatan untuk mengenal (bukan mengetahui) karakter manusia melalui tulisan tangannya.

Sudah cukup bosan dan monoton saya mencerna semua berita yang (hampir) semua isinya melihat pemimpin kita (yang Anda & saya pilih) ini dari sisi negatifnya. Jenuh. Lagipula…

Nobody is perfect. If we wanna have a perfect leader, let’s choose nobody!

Terimakasih Pak SBY karena Anda sudah memikirkan dengan sepenuh hati kesejahteraan rakyat Indonesia terlepas dari apapun keputusan yang telah dihasilkan, saya yakin seperti hal-nya para pemilik tulisan tangan dengan kemiringan tulisan ke kanan, selain Anda memiliki dorongan untuk membawa bangsa Indonesia ini selalu selangkah lebih maju, hati Anda juga berbicara sangat kuat sekali jika berkaitan dengan kehidupan orang lain. Tidak hanya memikirkan keseluruhan kehidupan rakyat Indonesia dengan sepenuh hati, Anda juga memikirkan jauh ke depan akan di bawa ke mana kah kami ini demi masa depan yang lebih baik.

 

Terimakasih Pak SBY karena Anda berusaha untuk selalu menjaga kejujuran baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Bersungguh-sungguh terhadap apa yang sudah Anda katakan dan mengupayakan agar kami semua mendapat pengertian yang benar terhadap maksud & tujuan dari tindakan Anda. Terlepas dari respon pro & kontra yang pernah ada, melalui analisa tulisan tangan ini saya jadi lebih mengerti dan mengapresiasi sepenuhnya kebebasan Bapak untuk mengekspresikan diri, baik lewat surat terbuka ataupun medium lainnya sebagai upaya komunikasi Bapak kepada kami. Komunikasi normal antara pemimpin dengan rakyatnya.  

 

Terimakasih Pak SBY atas segala pemikiran Anda agar bangsa Indonesia ini mendapatkan yang terbaik dalam segala hal sehingga Anda tidak bersikap gegabah dan menimbang dengan seksama atas segala keputusan yang akan Anda buat. Saya bangga melihat kedisiplinan dan konsistensi Bapak dalam menghadapi segala bentuk tekanan yang ada meskipun hal tersebut berpotensi melukai diri Anda secara pribadi, namun dengan sepenuh hati Anda akan mendorong diri Anda sendiri agar senantiasa tetap maju dan tidak mengijinkan tekanan tersebut menurunkan kinerja Anda.

Terimakasih Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia, pemimpin saya.

Warm Regards,

Deborah Dewi

Warga Negara Indonesia

PS : Analisa diatas saya buat dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar analisa tulisan tangan dan dibuat tanpa prasangka buruk serta diskriminasi. Mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat pernyataan yang kurang berkenan dan tulisan di atas murni terlahir dari kerinduan saya yang mendalam untuk berbagi kepada khalayak umum mengenai sebuah kacamata baru dalam kehidupan khususnya yang berkenaan dengan pengenalan antar sesama manusia secara objektif. Sebuah berkah bagi saya ketika Tuhan memberi saya kesempatan untuk “melihat” tulisan tangan salah satu pemimpin besar di bangsa ini, pemimpin yang saya pilih dan hormati dengan sepenuh hati.

 

Debo is …

A Graphologist whom seriously bring a new profession in Indonesia. On her way to bring Graphology as a popular and scientific helping tools to make a decision in every aspect of life both professional & personal life

More about Debo : click here