Untuk Anda yang Ingin Mendapatkan Kepastian

Image

Sabtu, 22 Juni 2013 Ibu kota Jakarta merayakan ulang tahun yang ke 486 dalam payung Jakarta Baru. Benarkah di bawah kepemimpinan Pak Joko Widodo dan Pak Basuki Tjahaja Purnama selama 8 bulan ini Anda sudah melihat dan merasakan bahwa ibukota DKI Jakarta berada dalam atmosfir Jakarta Baru?

Mengutip 5 pilar kepemimpinan ala Sun Tzu (Jendral Ahli Strategi Perang), mari kita intip fenomena baru hasil dari duet kepemimpinan Jokowi-Ahok yang (hanya) ada di Jakarta Baru :

Pilar 1 : Keberanian

Berani mengusung transparansi dalam kepemimpinan sehingga tanpa ragu mempublikasikan jalannya rapat paparan dinas PU. Untuk pertama kalinya dalam sejarah kepemimpinan dalam pemerintahan Indonesia rakyat bisa “menelanjangi” salah satu rapat pemerintah yang memiliki agenda korupsi di dalamnya.

Image

Sejuta umat tonton (behind the scene) rapat Wagub dan Dinas PU

Pilar 2 : Ketulusan

Meskipun tidak semua, tapi faktanya mayoritas rakyat Indonesia memiliki stigma bahwa pejabat itu rentan dengan korupsi. Kejujuran menginformasikan berapa tepatnya jumlah gaji yang diterima sebagai pemimpin, membuat rakyat merasa bisa mempercayai pemimpinnya kali ini.

Image

Rakyat bisa tau detail gaji Gubernur dan Wakil Gubernur

Pilar 3 : Kebapakan

Menjadi figur pemimpin yang dicintai rakyatnya bukan berarti bebas dari masalah. Menghadapi pertentangan warga tentang kasus waduk Pluit, alih-alih menggunakan kekuasaan Jokowi memilih pendekatan dialogis. Berpikir dengan cara mendengar keluhan warga untuk menemukan solusinya. Otak menguasai otot.

Screen Shot 2013-06-21 at 11.59.24 PM

Pilar 4 : Ketegasan

Salah satu bukti bahwa Jokowi-Ahok bersikap tegas untuk menjalankan amanah rakyat adalah ketika oknum birokrat yang mempersulit warga untuk mendapatkan hak-nya menempati Rumah Susun Marunda dipecat.

Image

Pilar 5 : Kearifan

Meskipun termasuk warga pendatang namun kemampuan pasangan Jokowi-Ahok dalam mengenali masalah dan kondisi yang dihadapi oleh warga ibukota memampukan mereka bertindak untuk mempercepat normalisasi sungai dan waduk di Jakarta demi pencegahan banjir.

Image

Memang terlalu dini kelihatannya jika periode kerja 5 tahun kita evaluasi hanya dalam performance 8 bulan saja. Namun konteksnya berbeda dan para pendukung Jokowi-Ahok bisa tersenyum puas jika melihat dari “kacamata” perkembangan proses. Gaya kepemimpinan Jokowi-Ahok dalam proses menepati janji kampanyenya untuk mewujudkan Jakarta yang benar-benar Baru dapat dikatakan berhasil.

PEMIMPIN DAN KEPUTUSAN

Sejatinya, proses pengambilan keputusan dalam hal apapun di setiap aspek kehidupan manusia pasti dipengaruhi oleh karakter sang pengambil keputusan. Sama juga halnya dengan serangkaian “keputusan baru” yang mewarnai transisi perwujudan visi Jakarta Baru. Karakter Pak Jokowi dan Ahok sedikit banyak juga ikut berperan dalam terwujudnya perubahan-perubahan baru tersebut.

Kesesuaian antara hasil analisa pemetaan singkat karakter Pak Jokowi pada tahun 2012 lalu (yang bisa Anda akses di http://bit.ly/OpmWq3 ) dengan catatan sepak terjang Pak Jokowi pasca menjabat sebagai Gubernur adalah bukti korelasi karakter karakter pemimpin dan keputusan yang dibuatnya.

Berikut kilasan cuplikan analisa saya pada bulan September 2012 lalu :

Image

Kesesuaian hasil analisa karakter Pak Jokowi pada September 2012 lalu dengan sepak terjang Beliau sebagai Gubernur Jakarta sekarang dapat dilihat dari sikap Beliau dalam menaklukkan salah satu polemik ibukota yaitu demonstrasi massa.

“Ayo masuk, kita ngomong di dalam,” kata Jokowi sambil mengajak pendemo di depan Balai Kota DKI Jakarta untuk masuk ke dalam dan membicarakan tuntutan mereka. >>  http://bit.ly/12Rubgg

“Mau diatur apa tidak?” tanya gubernur. Serempak massa menjawab ,”Mau…” >> http://bit.ly/12fD25g

Mendengar penjelasan dari orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut, warga lalu bersorak ‘horeee’ >> http://bit.ly/183bZCV

PEMIMPIN DAN KEPASTIAN

Mengetahui kepastian terwujudnya Jakarta Baru sampai dengan 4 tahun ke depan salah satunya bisa kita lakukan dengan mengintip faktor yang mempengaruhi proses pembuatan keputusan bagi kota Jakarta yaitu harmonisasi duet karakter antara Pak Gubernur dan Wakil Gubernur kita tercinta, Pak Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama.

PETA SINGKAT KARAKTER JOKOWI

Image

PETA SINGKAT KARAKTER AHOK

Image

Keterangan peta singkat karakter Jokowi & Ahok :

Lingkaran no. 1 : upaya mencapai tujuan, ditunjukkan pada garis bar huruf t

Lingkaran no. 2 : perilaku sosial, ditunjukkan pada batang garis huruf d

Lingkaran no. 3 : pola berpikir, ditunjukkan pada pembuatan huruf m

Lingkaran no. 4 : intelektualita, ditunjukkan pada peletakkan titik huruf i

HARMONISASI KARAKTER JOKOWI & AHOK

Image

Dengan menggunakan parameter analisa yang sama dari ilmu Grafologi, secara singkat saya paparkan potensi harmonisasi karakter di antara keduanya dalam 4 Pilar Landasan Kepemimpinan Jokowi-Ahok :

1. Upaya mencapai tujuan

Jika Jokowi mengutamakan kecepatan secara agresif dalam mencapai tujuan untuk mewujudkan visi-misi Jakarta Baru, maka Ahok dengan antusias akan mengerahkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut.

2. Perilaku Sosial

Tidak pernah terbersit sedikitpun dalam benak Ahok untuk menyakiti siapapun dalam setiap keputusan yang dibuatnya karena bagi dia yang terutama adalah bagaimana norma sosial bisa ditegakkan secara benar apapun resikonya. Sinergi antara tingkat disiplin yang sedemikian tinggi dalam menegakkan norma sosial yang benar dilengkapi dengan kepekaan dan upaya keras Jokowi untuk memahami orang lain berpotensi menghasilkan manuver yang apik. Tatanan sosial dengan standar kesempurnaan yang tinggi namun dalam kemasan yang ramah

3. Cara Berpikir

Kecepatan cara berpikir Jokowi menjadi sebuah kekuatan untuk menghasilkan ide-ide yang bisa selalu selangkah lebih maju. Ketika hal tersebut dilengkapi dengan cara berpikir investigatif Ahok yang suka menggali akurasi informasi hingga ke sumber yang dapat dipercaya maka harmonisasi di antara kedua pemimpin tersebut berpotensi menghasilkan pemikiran yang cepat dan tepat.

4. Intelektualita

Kesamaan dorongan intelektualita di antara keduanya yang sama-sama progresif dan selalu berfokus pada masa depan adalah landasan utama terwujudnya konsep Jakarta Baru.

Memang terlalu arogan kelihatannya jika manusia bertindak mendahului Tuhan dengan menjamin adanya kepastian di masa depan. Meskipun demikian, berjalan di bawah pimpinan yang tidak kita ketahui bagaimana karakteristik aslinya dengan jelas juga menyiksa kan? Setidaknya bukti analisa dan uraian di atas adalah salah satu cara baru bagi Anda yang mencari tolok ukur kepastian kualitas seorang pemimpin. Mengutip pepatah ilmuwan Albert Einstein : Insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results. Menggunakan cara lama untuk mendapatkan sebuah hasil yang baru adalah sebuah kegilaan. Selamat menggunakan cara baru, alat ukur kualitas kepemimpinan baru di hari yang baru, hari ulang tahun kota Jakarta Baru. (dd)

NEKATLAH DENGAN TEPAT

Screen Shot 2013-04-29 at 5.04.06 AM

Kalo ada orang yang jual mesin “Pembuat Keputusan” mungkin hidupmu akan lebih enak dan dia udah jadi konglomerat dunia sekarang. Waktu kamu lagi bingung milih yang mana, tinggal ketik “apa masalahmu”, klik ENTER, tunggu 10 detik dan WHOOPS, keluar deh jawabannya. Wajar kalo kamu pengen begitu, karena pada dasarnya semua orang, termasuk kamu pasti maunya membuat keputusan yang tepat kan?

Buktinya kamu klik link dan baca tulisan ini hehehe….

MENIKAH ITU NEKAT

Gimana ngga nekat lha wong kamu bikin keputusan berdasarkan siapa dia yang sekarang tapi keputusan itu berlaku untuk selamanya. “Selamanya kah dia akan jadi Direktur di sebuah perusahaan X?” Contoh jelas bisa dilihat dari pekerjaannya, yang tentu saat ini bisa ngasih kamu gambaran nasib masa depan dapurmu akan bagaimana. Apapun pekerjaan dia juga cepat atau lambat pasti akan berubah atau bahkan merubah karakter kepribadian dia. Berubah jadi lebih buruk atau lebih baik.

Gara-gara ada kemampuan dan kemauan untuk adaptasi, manusia pasti selalu berubah. Perubahannya mungkin ngga secepat bunglon yang tinggal menclok di benda beda warna dan dia bisa berubah sih, cuma cepat atau lambat kita semua pasti berubah karena kita normal. Normalnya kalo ngga ada pemicu kejadian khusus (dapet rejeki atau tragedi mendadak misalnya) rata-rata per 6 bulan sekali kita bisa berubah. Perubahan itu bisa lebih cepat, bisa lebih lambat.

Menikah itu nekat karena kamu membuat keputusan untuk selamanya (hanya) berdasarkan situasi dan kondisi dia yang sekarang, sementara faktanya kamu harus berkomitmen sama dia untuk selamanya. Selamanyakah dia akan jadi “dia” yang sekarang? Romantis, sabar dan setia?

NEKATLAH DENGAN TEPAT

Nekat itu asik-asik aja kalo tepat. Saya sendiri nikahnya ngga pake pacaran.

HAH??! Kok gitu??

photo 1

Figure 1. Nekat Dengan Tepat

Ya simple aja jawabannya, saya udah ngerasain dari yang pacaran 2 tahun, (cuma) 3 bulan, 4 tahun dan (CUMA) sebulan itu bukan jaminan bisa nikah (dengan yakin). Belum lagi saya sering jadi saksi D.R.A.M.A kehidupan orang lain (eh teman dink :D) yang meskipun dulunya udah pacaran lama, menikah dengan yakin dan happy awalnya, eh sekarang tragisnya pernikahan dia ngalah-ngalahin skenario sinetron. Atau ada juga yang udah pacaran 2 abad tapi masih aja belum menikah karena belum yakin. EBUSEEET !!!

Kunci nekat dengan tepat itu sederhana : tau siapa diri saya dan dia yang sebenarnya. Waseeeekkk…!! Jadi ngga ada tuh feeling beli “kucing” dalam karung karena kami saling menganalisa siapa diri kita masing-masing di awal hubungan kami. Waktu ada hal-hal positif yang dia atau kita berdua lakukan, saya sih cengengesan aja karena emang sebelum nikah udah tau kombinasi kita berdua akan jadi bagaimana. Pun kalo sebaliknya terjadi hal-hal yang negatif, kita udah sama-sama tau gimana cara antisipasinya.

Nah kamu yang lagi mau nikah sekarang gimana?

Screen Shot 2013-04-29 at 5.33.25 AM

Figure 2. Our Skill Analysis Result

“Katanya manusia itu normalnya akan selalu berubah. Sepuluh tahun lagi kalian gimana donk? Apa ya valid yang kalian ketahui sekarang itu jadi patokan untuk selamanya?”

Justru disanalah komitmen awal kami berdua, karena udah sama-sama sadar duluan bahwa manusia pasti berubah maka dari sejak awal menikah, selama pernikahan sampe akhir hayat nanti kami berdua sepakat untuk selalu cari tau tentang diri kami masing-masing demi mensukseskan pernikahan ini. Kuncinya sepakat berdua yah. Kamu dan dia. Coz it takes two to tango dear!

photo 2

Figure 3. It takes two to tango. Sama-sama mau saling belajar terus.

Untuk mengetahui siapa kamu dan dia yang sebenarnya salah satunya bisa analisa tulisan tangan masing-masing untuk tau update status kondisi mental dan intelektual kalian terkini seperti apa. Gampang kan kalo mau nekat dengan tepat?

Sebelum terlambat,

buat  kamu yang memang mau dan pengen nikah, lebih baik tau sekarang dan siap dengan komitmen mau menerima segala konsekuensinya di awal daripada ntar kaget-kaget pas masa bulan madu expired kemudian jadi bitter dan percaya mitos : kawin itu surga tapi nikah itu neraka :’(

ADUH BIYUNG!

photo-6

Figure 4. Grow Old Together itu NYATA.Lokasi : Kopitiam Central Park Mall Jakarta

Penasaran mau nekat dengan tepat? Order Marriage Check List via email ke info@askdebo.com. SEBELUM TERLAMBAT!

 

CINTA SEGITIGA DIA.LO.GUE

 

Screen Shot 2013-01-31 at 6.34.52 PM

Awalnya DIA suka sama GUE, tapi kemudian DIA merasa GUE berubah dan ekarang DIA suka sama LO… apakah kali ini DIA yakin udah tau siapa LO yg sebenernya?

Yang perlu diperjelas sebenernya simple. DIA bilang GUE berubah….GUE ngerasa justru DIA yang berubah… yang bener yang  mana? Atau jangan-jangan ngga ada yang berubah, hanya DIA aja yang ngga kenal pribadi GUE yang sebenernya.

Dimana-mana yang namanya fase PDKT itu DIA pasti “jaim”. LO dan GUE juga “jaim”. Waktu masa “jaim” udah expired gara-gara kelamaan pacaran atau udah nikah, semua jadi kaget begitu melihat pribadi DIA.LO.GUE yang sebenernya.

Gak usah BETE duluan. Bisa jadi DIA emang begitu karakternya, bukan berubah. Waktu itu LO hanya ngenalin pribadi DIA yang lagi “jaim” alias topengnya DIA. Emang orangnya sabar, tapi di balik kesabarannya dia itu aslinya juga pesimis dan gampang galau. Cuman pas PDKT ngga ditunjukkin. Namanya juga “jaim”. LO dan GUE sendiri pun kalo lagi fase PDKT juga pasti usaha nunjukkin yang baik-baiknya doank. Kan malu kalo belon-belon udah gahar emosian. Boro-boro jadian, yang ada mungkin DIA bisa kabur duluan.

DIA.LO.GUE bisa nutupin karakter masing-masing…tapi dengan ilmu Grafologi, tulisan tangan DIA.LO.GUE itu bisa ngasih tau siapa karakter DIA.LO.GUE yang sebenernya. Kalo udah gitu selanjutnya akan gampang buat nentuin dialog antara DIA, LO, GUE. enaknya gimana? Trus gimana caranya supaya hubungan GUE dan DIA jadi enak lagi? Semuanyan akan dibahas di #CintaSegitiga #DiaLoGue Jumat 1 Feb 2013 jam 7-8 pagi, Good Morning Hard Rockers Show 87,6 Hardrock FM.

Buat yang lagi GALAU ngerasa pasangannya udah berubah dan mau dianalisa FREE untuk tau ada apa sebenernya antara DIA dan LO, boleh twitpic tulisan tangan LO dan DIA ke @deborahdewi dan kasih #CintaSegitiga #DiaLoGue SEKARANG. 3 orang yang beruntung bisa konsultasi FREE di #GMHR @hardrockfm Jumat 1 Februari 2013 selama jam 7-8 pagi. (dd)

JAKARTA… Di tangannya Anda berharap!

Meskipun baru berupa hasil Quick Count, namun mayoritas warga DKI telah bersorak menyambut calon pemimpin baru mereka Ir. Joko Widodo atau yang lebih populer dengan panggilan Pak Jokowi.

Sederet prestasi membuat namanya berkibar dengan cepat sehingga meskipun tergolong pemain baru dalam dunia politik, namun sepak terjang Pak Jokowi tidak dapat dipungkiri lagi telah berhasil mengukir sejarah baru dalam dunia demokrasi di Indonesia melalui Pemilukada DKI Jakarta 2012.

Berkenalan langsung dengan pribadi Pak Jokowi melalui tulisan tangannya adalah salah satu cara untuk menjawab beberapa pertanyaan rakyat Jakarta khususnya tentang bagaimana nasib DKI untuk 5 tahun ke depan dengan konsep Jakarta Baru yang diusungnya.

Jakarta Bertanya, (Tulisan Tangan) Jokowi Menjawab

Sosok pemimpin seperti apakah Pak Jokowi berdasarkan kepribadiannya?

• Memiliki gambaran visi yang ingin dicapai & keinginan yang kuat untuk mencapainya, dilihat dari kemampuannya untuk menyeimbangkan imajinasi visi, realita yang ada & dorongan kuat untuk bertindak mencapai tujuannya yang tergambar pada keseimbangan zona di tulisan tangannya (garis warna merah)
•  Pengendalian dirinya baik, berhati-hati dalam bertindak dan mengedepankan fakta yang ada menjadikan Beliau sebagai pemimpin yang objektif. Tidak emosional & reaktif namun menggunakan logikanya dengan baik sehingga bisa memilah-milah mana yang perlu mendapat respon segera & mana yang sebaiknya diacuhkan karena tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya (vertical slant – garis orange)
• Ramah dan diplomatis sehingga Beliau mampu mengintegrasikan dirinya untuk masuk dalam berbagai kalangan dengan mudah (garland – lingkaran kuning)
• Dalam kondisi mendesak mampu membuat keputusan yang cepat namun tepat (fluidity of thought – lingkaran biru)
• Peka sehingga mampu berempati dengan baik (d stem width broad -lingkaran hijau)
• Mampu mengkomunikasikan dirinya dengan tajam & lugas (i dot slash – lingkaran ungu)
• Mampu berkonsentrasi mencermati hal-hal detail sekaligus berpikir dengan cepat untuk melihat hal-hal yang akan datang (i-dot placed after the stem – lingkaran pink)

Bagaimanakah ritme kepemimpinan Pak Jokowi?

• Berhati-hati namun bisa bertindak cepat jika dibutuhkan.

Layaknya rem & gas dalam sebuah mobil, Pak Jokowi memiliki kapasitas 2 fungsi tersebut dalam gaya kepemimpinannya.

Vertical slant (garis orange) & i-dot placed after the stem (lingkaran pink) dalam tulisan tangannya adalah pengendali bagaimana Beliau bisa memainkan ritme cepat & lambat sekaligus tergantung dari situasi & kondisi yang dihadapinya.

Mampukah Pak Jokowi menghadapi kompleksitas kota Jakarta?

Kompleksitas kota Jakarta ditambah lagi dengan pluralitas rakyatnya tentu saja tidak hanya membutuhkan sosok pemimpin yang cerdas secara intelektual namun juga harus ada figur pemimpin yang disegani sekaligus mampu merangkul semua perbedaan yang ada agar tetap harmonis dalam mencapai tujuan bersama. Mampukah Pak Jokowi menjawab tantangan tersebut?

Kombinasi antara sosok pemikir yang faktual & objektif (vertical slant – garis orange) ditambah kemampuan berdiplomasinya yang baik (garland – lingkaran kuning) membantu Pak Jokowi untuk bertindak hati-hati (tidak grasa grusu), fokus pada tujuan namun tetap pandai membina hubungan yang baik dengan cerdas di antara berbagai kalangan bahkan dengan pihak oposisinya sekalipun jika dibutuhkan.

Perpaduan tipe people person & task oriented person yang ada dalam diri Pak Jokowi menjadikan dirinya sebagai sosok pemimpin yang handal dalam membentuk tim hingga mampu memobilisasi massa secara simpatik namun tetap strategis sesuai dengan kebutuhan tujuannya.

Setelah membaca uraian di atas, sekarang seberapa besar keyakinan Anda akan kemampuan Pak Jokowi dalam menghadapi kompleksitas kota Jakarta?

Apakah Pak Jokowi bisa ditunggangi dengan mudah untuk kepentingan lain?

Bayangkan sosok pemikir yang kritis sekaligus berhati-hati (vertical slant – garis orange), memiliki kemampuan berpikir analitis & investigatif (garland-lingkaran kuning), serta memiliki tingkat sensitifitas yang cukup tinggi (d stem width broad – lingkaran hijau) sehingga individu tersebut peka untuk membedakan manakah yang memiliki hidden agenda dan mana yang tidak.

Karena Pak Jokowi masih manusia biasa dan bukan dewa yang maha tahu, kemungkinan bahwa hal tersebut bisa terjadi tetap ada. Namun setelah melihat karakteristik kepribadian dari tulisan tangannya di atas, saya yakin Anda pun akan setuju bahwa dibutuhkan usaha ekstra keras untuk berhasil memanipulasi Beliau dengan kepentingan yang terselubung. (dd)

Kandidat CALON GUBERNUR Jakarta 2012 SIAPA YANG ANDA PILIH?

TAHU atau KENAL?

Kepuasan dalam memilih pasti bisa didapat ketika Anda berhasil mengenal dengan benar kandidat calon pilihan Anda tersebut.

Siapa yang tidak tahu 6 calon kandidat Gubernur kota Jakarta di tahun 2012 ini? Mulai dari stiker yang bertebaran di jalanan, iklan, program TV, radio, surat kabar hingga banjir linimasa di twitter akhir-akhir ini juga dipenuhi dengan topik tentang profil para calon Gubernur beserta wakilnya masing-masing.

Apakah sekedar tahu saja sudah cukup menjadi bekal Anda dalam memilih? 

Seberapa perlukah Anda mengenal siapa kandidat calon pilihan Anda yang bisa mewujudkan visi Anda bagi kota Jakarta?

KARAKTER PEMIMPIN & KEPUTUSANNYA

James N. Rosenau, ilmuwan politik Amerika dalam teori linkage-nya telah membuktikan bahwa di samping faktor politik domestik dan ekternal, terdapat juga..

unsur variabel individu decision-maker, khususnya berkaitan dengan image, persepsi, dan karakteristik pribadi pemimpin yang menentukan corak politiknya.

Variabel individu ini dikenal dengan istilah idiosinkretik dalam dunia politik, mudah terlihat pada gaya kepemimpinan yang khas dari decision-maker tersebut yang umumnya sangat bersifat personal.

Lima sumber yang mempengaruhi sebuah kebijakan politik diantaranya adalah :

1. Idiosinkretik, karakteristik individu dari pembuat keputusan.

2. Govermental, faktor pemerintahan.

3. Societal, faktor masyarakat.

4. Peran si pembuat keputusan tersebut.

5. Sistemik pemerintahan

Dengan ilmu grafologi, Anda dapat mengetahui gambaran idiosinkretik para kandidat yang akan mempengaruhi gaya kepemimpinannya sekaligus mengenali siapakah calon pilihan Anda tersebut dari tulisan tangan mereka dan apakah mereka adalah sosok pemimpin yang Anda cari selama ini?

WAKIL ANDA

Ketika terpilih, selain berhak untuk memimpin propinsi DKI Jakarta selama 5 tahun ke depan, seorang Gubernur juga memiliki kewajiban untuk bertanggungjawab kepada Anda, rakyat pemilihnya.

Sebelum menentukan siapa yang akan Anda pilih, hal pertama yang sangat PENTING adalah :

Ketahui apa kebutuhan Anda sebagai warga terhadap sosok pemimpin yang sejalan dengan visi Anda untuk DKI Jakarta!

Jawaban “siapakah yang sebaiknya saya pilih?”  dapat ditemukan dengan mudah setelah Anda tau pemimpin seperti apakah yang Anda butuhkan.

Selamat menikmati ulasan grafologi dari tulisan tangan para kandidat untuk mengetahui siapakah calon Gubernur yang gaya kepemimpinannya sejalan dengan Visi Anda bagi kota Jakarta.

PERTIMBANGAN GAYA KEPEMIMPINAN 6 KANDIDAT

*Keterangan Kode :

#1FB = Fauzi Bowo

#2HS = Hendardji Soepandji

#3JW = Joko Widodo

#4HNW = Hidayat Nur Wahid

#5FB = Faisal Basri

#6AN = Alex Noerdin

Fauzi Bowo

Respon yang cepat dalam mengenali adanya sebuah permasalahan ditambah dengan dorongan yang kuat untuk bertindak memberikan warna tersendiri dalam gaya kepemimpinan Beliau yaitu mengejar bukti keberhasilan yang terlihat. Preferensinya untuk menyelesaikan masalah mengacu kepada hasil akhir, bukan proses.

Hendardji Soepandji

Meskipun memiliki kesamaan gaya dengan kandidat nomor urut 1 dalam memetakan sebuah masalah, Beliau memiliki gaya yang berbeda dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya. Pendekatan makro memampukan Beliau untuk membuat grand design pengelolaan sumber dayanya hingga mencapai hasil akhir yang diinginkannya.

Joko Widodo

Analisa yang mendalam, independen, dan mengedepankan proses dalam memecahkan masalah. 3 unsur tersebut kental mewarnai gaya kepemimpinan Beliau. Dengan studi perbandingan dalam memetakan sebuah masalah memampukan Beliau untuk tetap tenang dan objektif dalam mengelola semua sumber dayanya. Dengan memastikan proses yang benar, secara bertahap Beliau akan terlibat aktif dalam setiap penyelesaian masalah.

Hidayat Nur Wahid

Responsif dalam memetakan sebuah permasalahan berpotensi mendorong seseorang untuk memberikan respon yang berbeda terhadap sebuah perubahan. Namun gaya Beliau yang stabil dan pantang menyerah mampu mengendalikan Beliau untuk tetap fokus pada penemuan solusi berdasarkan hasil akhir yang diinginkannya meskipun terdapat perubahan yang cukup drastis dalam masa kepemimpinannya.

Faisal Basri

Berhati-hati dan produktif terlihat seperti dua hal yang bertolak belakang. Uniknya, dua hal ini justru memberikan unsur yang saling melengkapi dalam gaya kepemimpinan Beliau. Kemampuannya untuk terus memacu diri agar tetap aktif menghasilkan sesuatu dan sekaligus tetap berhati-hati ditambah dengan preferensinya terhadap proses yang benar dalam mencari solusi akan menjadi kekuatan bagi Faisal Basri.

Alex Noerdin

Tau apa yang diinginkannya dan dikendalikan oleh tujuan yang jelas membuat Beliau tampil sebagai sosok pemimpin yang progresif. Gaya kepemimpinannya lugas dan tanpa keragu-raguan sedikit pun. Bagi beliau hasil akhir menjadi preferensinya dalam menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapinya.

Masih bingung dalam memilih? Mudah! Pilih Calon Gubernur yang sesuai dengan visi Anda bagi masa depan Jakarta.

Sumber Sampel Tulisan Tangan Kandidat : Tim Redaksi Trans7

ANDAKAH “DUPLIKAT” KARTINI?

TULISAN TANGAN, JENDELA HATI (BARU) PAHLAWAN WANITA KITA

Dikendalikan Otak

Bisa tau karakter seseorang lewat tulisannya? Wow, tentu menyenangkan.

Cara unik dalam mengetahu karakter seseorang dari tulisan tangannya itulah yang dipelajari dalam ilmu grafologi. Ini adalah cabang ilmu dalam psikologi, yang kini makin diminati dan dipelajari oleh orang-orang di berbagai bidang. Tentu Anda kenal dr Oz, pakar diet dan kesehatan kesayangan Oprah Winfrey. Dr Oz yang punya program acara televisi itu juga menggunakan tulisan tangan untuk mendeteksi isu kesehatan seseorang.

Mengapa tulisan tangan bisa mengungkapkan banyak hal? Bukan hanya sifat dan karakter saja, namun juga emosi, kemampuan mengontrol diri hingga kesehatan si pemilik tulisan. Karena itulah, di Amerika & Eropa banyak dokter yang juga belajar grafologi untuk membekali diri mereka dengan alat tambahan (tulisan tangan) untuk melihat dan mendiagnosis penyakit.

Tapi, apa yang membuat tulisan tangan ‘sesakti’ itu?  Hal ini dikarenakan semuanya berhubungan erat dengan otak manusia sebagai pusat pengendali seluruh tubuh manusia.

“Tulisan tangan itu bukan semata kerja jemari tangan, melainkan hasil kerja otak”

Dilihat Dari Apanya

Ketika menganalisa tulisan, diperlukan total 440 indikator yang akan dikolaborasikan satu sama lain agar hasil intepretasi sebuah tulisan tangan tajam & dalam. Namun, untuk pengenalan awal bagi yang ingin mencoba menganalisis tulisan tangannya bisa memulai dengan memakai indikator seperti di bawah ini  :

- Zona Tulisan : ingat tidak ketika kita belajar menulis halus di buku halus ketika zaman SD dulu? Dibuku halus itu ada tiga zona, yaitu atas, tengah dan bawah. Kita akan menulis di zona tengah untuk huruf-huruf a,e,i,o,u,m,n,s,v,w,x,z dan zona atas untuk huruf yang punya ‘tangkai’ ke atas seperti b,d,f,h,k,l,t dan zona bawah untuk huruf yang punya ‘kaki’ seperti huruf g,j, p, q, y

Cara melihat dominasi zona tulisan adalah dengan mellihat besarnya ukuran sebuah zona yang mendominasi zona lainnya. Contoh :

Penggerak Kartini, Pahlawan Wanita Indonesia

Contoh menarik yang saya temukan dari tulisan tangan salah satu tokoh wanita di Indonesia yang terkenal dengan gerakan emansipasi wanitanya dan jargon “Habis Gelap Terbitlah Terang” adalah dominasi zona yang terdapat dalam tulisan tangannya.

Beliau memiliki 2 dominasi zona dalam tulisan tangannya. Zona atas & zona bawah sangat mendominasi dan “mengecilkan” porsi zona tengah dalam tulisan tangan RA. Kartini. Intepretasi singkat ditilik dari dominasi zona dalam tulisan tangannya adalah dari dominasi zona atasnya terlihat bagaimana sosok Kartini berambisi meletakkan fokus hidupnya pada ranah intelektual sehingga tidak heran jika larangan untuk bersekolah adalah sebuah “masalah” besar baginya.

Dorongan untuk memenuhi kebutuhan intelektualnya tidak dapat dihentikan begitu saja. Semangat belajarnya dibuktikan dengan terus membaca buku-buku pelajaran kendati Ia tidak bersekolah dan hal ini pun mendukung kemampuannya dalam berimajinasi untuk “menggambar” masa depan wanita Indonesia melalui kacamatanya. Bahwa wanita tidak hanya didapur saja tetapi juga harus mempunyai ilmu.

Menilik dominasi zona bawah dalam tulisan tangannya, dorongan Kartini untuk mengambil tindakan dalam mewujudkan hal tersebut juga sangat besar. Dengan berani Beliau nekat membuka jaringan dengan teman-temannya sehingga akhirnya mendapatkan beasiswa untuk belajar di Negeri Belanda. Lucu yah? Dilarang bersekolah oleh ayahnya di negeri sendiri namun malah memperoleh beasiswa untuk bersekolah di negeri Belanda. Fokus hidup pada ranah intelektual dan dorongan untuk bertindak tergambar dengan jelas pada tulisan tangan Kartini serta kisah hidupnya. Sangat representatif.

Siapa diri Anda yang sesungguhnya dapat terlihat dengan jelas melalui tulisan tangan Anda. Demikian juga halnya,

“Tulisan tangan Anda mencerminkan sosok diri Anda yang sesungguhnya”

Sementara sambil melihat tulisan tangan Anda sendiri, pertanyaan saya ini boleh Anda jawab dalam hati :

“Andakah “duplikat” Kartini pada masa kini?”

SELAMAT HARI KARTINI!